Friday, 11 January 2019

30HBC1911: AGSCE



- - -

Berawal dari re-post poster acara, tetiba kemudian menjadi IOC alias International Organizing Committee. Pertama kali ikut student conference dan lomba geoquiz, langsung di acara se-Asia. Ya, begitulah.


Satu lagi hal yang saya syukuri dari tahun 2018 adalah kesempatan untuk mengikuti AGSCE yang diadakan di Universiti Teknologi Petronas, Malaysia. Bersama lima orang lainnya yang luar biasa, mewakili SEG Unpad SC. Menambah wawasan mengenai dunia yang baru banget saya masuki ini, yaitu ilmu kebumian. Bertemu senior-senior, para pakar di bidang geologi maupun geofisika. Bertemu para mahasiswa yang sama-sama mempelajari dan mendalami keilmuan yang sangat menarik ini.

Dua hari terasa tidak cukup untuk menambah wawasan di acara ini, walau dompet saya berkata lain. Tetap saja, terima kasih banyak untuk kesempatannya, dan untuk partner ngebolangnya hehe. Semoga tahun ini bisa ikut lagi ya 🙇

- - -

Originally post at IG for @30haribercerita #30haribercerita #30HBC1911

Thursday, 10 January 2019

30HBC1910: for you


- - -

Kepada mereka yang mengharapkan suatu petualangan di negeri antah berantah. Kepada mereka yang menemukan ketenangan dalam kesendirian. Kepada mereka yang menemukan kebahagian dalam hal-hal kecil seperti kata-kata 'Terima kasih', 'Selamat pagi', dan 'Apa kabar?'. Kepada mereka yang merasa gundah mengenai keputusan yang sudah terlanjur diambil. Kepada mereka yang masih belum mengambil keputusan dalam hidup. Kepada mereka yang perlahan-lahan kehilangan alasan untuk tersenyum. Kepada mereka yang terkadang merasa tidak memiliki alasan untuk bangun di pagi hari. Kepada mereka yang melakukan rutinitas monoton setiap hari tanpa merasakan apapun.


Kepada mereka yang menundukkan kepala dan berdoa. Kepada mereka yang menangis diam-diam di malam hari. Kepada mereka yang mengadahkan kepalanya ke langit malam, dan berharap kepada bintang-bintang.

Selamat karena telah melewati hidup hingga saat ini. Semangat, dan semoga selalu diberikan kekuatan untuk melewati hari-hari selanjutnya. Semoga diberikan alasan untuk kembali tersenyum.

Semoga sepuluh tahun dari sekarang kalian akan mengingat kembali hari-hari yang penuh kesulitan ini dan tersenyum karena telah melewatinya dengan sebaik mungkin, dan menjadi lebih baik.

- - -

Originally post at IG for @30haribercerita #30haribercerita #30HBC1910

Wednesday, 9 January 2019

30HBC1909: onism


- - -


onism /o•nis•uh•m/ --noun;

the frustration of being stuck in just one body, that inhabits only one place at a time, which is like standing in front of the departures screen at an airport, flickering over with strange place names like other people’s passwords, each representing one more thing you’ll never get to see before you die—and all because, as the arrow on the map helpfully points out, you are here.


- - -

the average of human's age is around 60s to 70s. their prime time, in which said human already considered an adult and have their own means to provide for themselves, are around 20 to 30 years.

during said time, how many did you spend on rooting your feet to the place you called home? and how many did you spread your wings and learn about the world?

there are hundreds of places out there, with their own unique landscape and people. with their own culture and way to live. how many did you learn? how many did you understand?

leave. travel. learn. because you only live once, and time is the only thing you can't get back once you lost it.

(because once you're in love with places you've never been to and people you've never met, that's it. the peak of unrequited love. you long to see them, but you know your time is limited. so you settle for a heartbreak and "what ifs")

image source: pinterest
- - -

Originally post at IG for @30haribercerita #30haribercerita #30HBC1909

Tuesday, 8 January 2019

30HBC1908: jalan


- - -

ada sebuah jalan yang dulu sering kita lewati bersama. kamu selalu berada di sampingku, tersenyum. aku mengadahkan kepalaku, tersenyum balik. kamu mengantarku hingga ke pintu rumahku, kemudian pamit pulang.

ada sebuah jalan yang dulu sering kita lewati bersama. bahkan dikala hujan. karena, kamu tahu betapa aku sangat mencintai hujan, apalagi hujan di kota ini. aku mengajakmu menari dan bernyanyi di bawah hujan, berlari-larian dengan bebas seolah-olah kita masih anak kecil. kamu hanya tersenyum dan menuruti permintaanku. disaat-saat seperti itu, kamu sangat berharga bagiku.

ada sebuah jalan yang dulu sering kita lewati bersama. bahkan dikala matahari sedang senang-senangnya menampakkan diri di kota hujan. kita berjalan bergandeng tangan, mengobrolkan apapun yang ada pada benak kita. saling mempelajari dan mengerti satu sama lain.

ada sebuah jalan yang dulu sering kita lewati bersama. sekarang, setiap aku berjalan di bawah hujan, aku teringat akan seseorang yang dulu mau menari di bawah hujan bersamaku. setiap aku berjalan di bawah sinar mentari, aku teringat akan seseorang yang dulu kumengerti dan mengerti aku.

sekarang, aku berdoa agar dirimu selalu baik-baik saja, dan berterima kasih karena dulu telah membuat hari-hariku bermakna.

(dan aku berdoa, semoga suatu saat nanti aku dapat membuat kenangan baru bersama yang ditakdirkan untukku)

- - -

Monday, 7 January 2019

30HBC1907: if wishes were horses


- - -

wish /wɪʃ/ --verb;
 feel or express a strong desire or hope for something that cannot or probably will not happen.

- - -

Pernahkah kamu berharap bahwa kulitmu lebih putih sedikit, wajahmu lebih mulus sedikit, tubuhmu lebih kurus dan tinggi sedikit, senyummu lebih manis sedikit?

Mungkin dirimu sering berharap demikian. Terutama pada hari terburukmu ketika menatap pantulanmu di cermin, dengan jiwa dan raga yang letih.

Apakah mungkin, di luar sana ada yang mengapresiasikan dirimu apa adanya, seutuhnya? Mungkin.

Pernahkah kamu berharap bahwa hidupmu lebih menyenangkan sedikit, rezekimu lebih lancar sedikit, nilaimu lebih bagus sedikit, kerjamu lebih lancar sedikit?

Mungkin dirimu sering berharap demikian. Terutama pada hari terburukmu ketika menatap pantulanmu di cermin, dengan jiwa dan raga yang letih.

Apakah mungkin, di luar sana ada yang berharap memiliki hidup sepertimu? Mungkin.

Manusia adalah mereka yang tak pernah merasa puas. Merasa ingin lebih. Merasa yang dimiliki selalu kurang. Kurang indah. Kurang berharga. Kurang membahagiakan.

Kurang sedikit.

Kalau kurang terus, dimana ujungnya? Kapan dirimu merasa puas? Kapan dirimu tidak berharap yang lebih?

Kapan tidak lagi menyianyiakan apa yang ada, karena selalu berharap dengan yang tidak ada?

(Karena rumput tetangga selalu lebih hijau. Karena merasa kurang dan berharap lebih sebenarnya manusiawi. Namun mensyukuri apa yang dimiliki pun juga manusiawi)

- - -

Originally post at IG for @30haribercerita #30haribercerita #30HBC1907