Tuesday, 31 December 2019

End of the Year's Note



[16/11/19, 07.02 local time]
.
.
.
"Because the dawn right
before the sun rises is the darkest,
even in the far future
never forget the you of right now,
wherever you are right now,
you’re just taking a break,"

--Tomorrow, BTS.
.
.
.
this year taught me what its like to feel very afraid you cannot speak, you cannot think, you feel nauseous, you choked up everytime you take a breath. what its like to feel empty you just lay in bed all day and night without care. to have an empty mind and hollow heart.
.
.
but this year also reminded me what its like to laugh out loud, to feel very happy you can touch the sky, to smile so bright it brought tears to your eyes. to have your heart lighten up, to feel proud of yourself, to yell 'i finally did it!'.
.
.
another year full of being on the top of the world but also on the bottom of the ocean. of being on a rollercoaster we called life, just being there for the ride and pray for the best. of learning about oneself even at the edge of a phase, about what is right and what is wrong and finding the silver lining. of falling in love and heartbreak and everything in between.
.
.
thank you. this year is officially the last of my college year. thank you for the four years. see y'all soon.
.
.
.
(still, if you ask whether or not i still feel the same, the answer is just like last year
so
yes
but i'm moving on, i am
or i will)

Thursday, 26 December 2019

Saturday, 9 November 2019

farewell


- - -

leaving the safety of college is scary.

searching a way to start something new after an end is scarier.

- - -

goodbye seems too final but see you again is too vague. then again, the story after a farewell is usually only an epilogue, an epic story from a few years later with a 'happily ever after'. but who stays to read the story from the years in between? when we fumbled blindly, searching for a place in this world for us to stay and make things works, trying to write another story, one full of uncertainty?

(i can't believe its been four years already)

four years sounds a long time but after this last four years, it sure seems like a short amount of time, eh? i still feel like a kid, unsure of what to do and didn't feel ready enough to enter the real world. but maybe there's nothing to do but just keep going, to keep learning everyday, to not only survive but living and thriving.

the truth is indeed, life goes on. even after the last page of our college days, there will be another chapter for us to fill in, but this time without a clear timeline. they said everyone has their own timeline, and i agree. not everyone got their dream job right away, not everyone met the love of their lives at the age of 22. and not everyone have a dream, but please be happy anyway.

these photos are my beloved and the pain in my ass, usually both at the same time. the people with whom i share stories with. thank you for the last for years. thank you for being there, consciously or not. thank you for the laughter, the tears, the groan of exasperation, even the broken hearts.

(and yes, i did pine for you for nearly four years, and clearly end up with a broken heart, but i still don't regret it, even if i did wish you return my affection)

i'm sorry for everything i did wrong, tho. i know there's too many of them for me to write here one by one, and some things are meant to be remain unspoken, but i'm still sorry nevertheless.

see you soon, maybe once we all reach our top.

xoxo, npm 12.

- - -

me, my parents, and the last Gengster Geopis to graduate:

Wednesday, 9 October 2019

Kebun Raya Bogor: Wisata Murah Meriah Warga Bogor


- - -

Kota Bogor identik dengan salah satu tempat wisatanya yang terkenal yaitu Kebun Raya Bogor. Dibangung pada tahun 1817, kebun raya ini merupakan rumah untuk kurang lebih 15.000 jenis pohon dan tanaman yang tersebar pada lahan seluas 87 hektar. Selain pohon dan tanaman, di dalam Kebun Raya Bogor juga terdapat bangunan-bangunan seperti Istana Presiden, Museum Zoologi, dan Prosea Herbarium Bogoriense LIPI. Kebun raya ini juga merupakan kebun raya pertama di dunia yang memiliki koleksi ex-situ Rafflesia Patma, yang baru saja mekar pada hari Selasa, tanggal 1 Oktober 2019.

Kebun Raya Bogor dapat diakses melalui dua pintu masuk. Pintu masuk utama berada di Jl. Ir. H. Juanda, setelah daerah Pasar Bogor dan sebelum gedung Balai Besar Industri Argo. Sedangkan, Pintu 3 Kebun Raya Bogor berada setelah pertigaan Jl. Jalak Harupat dan Jl. Raya Padjadjaran, tepat di seberang Lippo Plaza Keboen Raya. Kebun raya ini buka dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Harga tiket masuk sama untuk hari biasa dan akhir pekan, yaitu Rp 15.000/orang untuk turis lokal dan Rp 25.000/orang untuk turis asing. Pengunjung Kebun Raya Bogor dapat membawa masuk kendaraan pribadinya, dengan harga tiket Rp 30.000/mobil dan Rp 5.000/motor dan sepeda. Bagi kalian yang hobi sepedahan tapi sayangnya tidak bisa membawa sepeda ke Kebun Raya Bogor, tenang saja! Tersedia jasa penyewaan sepeda dengan harga Rp 20.000 untuk setiap satu jam peminjaman. Tiket masuk ke Kebun Raya Bogor sudah termasuk untuk Museum Zoologi, jadi jika kalian ingin mampir dulu dan melihat-lihat koleksi fauna milik museum ini, bisa kok!


Memasuki Kebun Raya Bogor melalui pintu masuk utama, pengunjung akan segera mendapati dirinya berada di sebuah perempatan. Jika memilih jalan lurus, sesegera di sebelah kanan akan terlihat Monumen Lady Raffles. Beberapa meter kemudian, di sebelah kanan akan terlihat kolam megah bernama Kolam Gunting, yang membatasi pengunjung Kebun Raya Bogor dengan Istana Presiden. Pengunjung yang ingin menikmati pemandangan Istana Presiden yang megah sembari mendengar kicauan burung dan menikmati sinar matahari pagi, bisa menggelar tikar dan menikmati segarnya udara di minggu pagi. Jika masih ingin melihat-lihat pepohonan lainnya, menelusuri jalan raya itu akan membawa pengunjung mengitari bagian kiri dari Kebun Raya Bogor yang terdiri dari Kolesi Palem, Koleksi Bambu, Rotan, Bunga Bangkai, dan Koleksi Tumbuhan Araceae dan kembali ke perempatan dekat pintu utama. Di sana, pengunjung dapat menyewa sepeda atau beristirahat sebentar sembari membeli jajanan atau berbagai minuman.

Meneruskan perjalanan ke jalan raya yang belum ditelusuri akan membawa pengunjung ke bagian kanan dari Kebun Raya Bogor. Jalanan yang sedikit menurun membuat pengendara sepeda mengayuh sepeda dengan lebih santai. Di sebelah kanan jalan terdapat Kayu Raja dan Koleksi Pandan. Sedikit ke bawah maka pengunjung dapat melihat Kolesi Tanaman Air yang terdiri dari berbagai kolam-kolam ditanami dengan berbagai tanaman yang berbunga indah. Menelusuri jalan raya dan melewati jembatan besar, pengunjung akan sampai di kolam Teratai Raksasa dan menelusuri Jalan Astrid yang ditanami bunga-bungan cantik berwarna oranye dan merah. Bagi pengunjung yang ingin beristirahat, terdapat tempat makan dan Cafe. Di sisi Kebun Raya Bogor yang ini memang merupakan bagian yang cukup populer, dengan lahan rerumputan yang sangat luas dan sering dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai tempat rekreasi maupun acara-acara gathering keluarga, sekolah, dan perusahaan. Jika sudah puas beristirahat, pengunjung dapat perjalan terus melewati jalan raya dan menemukan Koleksi Anggrek serta Koleksi Tumbuhan Obat. Dekat dengan daerah tersebut terdapat Pintu 3 Kebun Raya Bogor.


Menariknya dari Kebun Raya Bogor, dan mengapa tempat wisata ini jarang sepi terutama di akhir pekan, adalah karena menelusuri Kebun Raya Bogor membuat saya merasa bahwa saya tidak berada di pusat kota yang penuh dengan kebisingan dan asap kendaraan, walaupun Kebun Raya Bogor berada di tengah-tengah Kota Bogor dan merupakan 'pusat' kota ini sejak lama. Udara segar dan sinar matahari yang didapatkan membuat usaha yang dikeluarkan agar pagi-pagi dapat segera mampir ke sini menjadi sangat sepadan. Kebun Raya Bogor memberikan suasana sepi dan segar, menawarkan tempat beristirahat bagi mereka yang ingin kabur atau berhenti sejenak dari kehidupan perkotaan. Pulang dari sini, badan terasa segar dan saya merasa lebih siap untuk menjalankan aktifitas di hari Senin!


Wednesday, 14 August 2019

akhirnya!!

20/08/2015 - 13/08/2019
AKHIRNYA!!!


setelah empat tahun menjelajahi temat ini, akhirnya selesai juga. empat tahun bersama manusia-manusia gelo (hehe maap kak) dimana gue belajar banyak hal. tentang diri sendiri dan tentang hidup. tentang naik-turunnya nasib, dan juga hati manusia yang mudah sekali dibolak-balikan.

empat tahun belajar lebih dari sekedar nurunin rumus dan ngapalin materi buat speaken.

terima kasih banyak untuk empat tahunnya. maaf udah sering ngerepotin HEHE apalagi masalah laporan praktikum dan di lapangan (terutama petrus dan gheo yang nemenin gue di belakang selama nyusurin karangsambung, makasih banyak guys kalian penyelamat).

semoga perkehidupan selanjutnya lancar terus, dan ditunggu udangannya ya HAHAHA.

(kira-kira siapa duluan yang ngundang dan sama siapa ya??? mari kita tunggu)

- - -

p.s: btw ini saya!! iya terlihat gendud karena pada saat ini saya sedang tinggal di rumah nenek di bandung setelah diusir dari kosan (,_,) dan kalian tau lah bandung seperti apa, penuh dengan makanan HEHE